Program Penugasan Dosen di Sekolah Berikan Contoh bagi Mahasiswa Calon Guru

Program Penugasan Dosen di Sekolah Berikan Contoh bagi Mahasiswa Calon Guru

Untuk mewujudkan negara Indonesia yang maju, modern, demokratis, dan berkeadilan diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Sumber daya yang unggul hanya bisa dihasilkan dari pendidikan yang unggul dengan guru-guru yang unggul, dan guru-guru yang unggul hanya dihasilkan melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang unggul. Hal itu dikatakan Wakil Dekan 1 FKIP Untan, Dr. Hairida M.Pd saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (24/10) siang.

“Seperti diketahui, unsur utama pendidikan guru adalah dosen. Maka dosen LPTK harus menjadi model bagi mahasiswa calon guru. Oleh karenanya, dosen harus mampu memberikan contoh baik bagi mahasiswa calon guru, dalam melaksanakan tugas keprofesiannya, termasuk strategi melaksanakan pembelajaran di kelas. Salah satunya lewat program Penugasan Dosen di Sekolah atau PDS,” ujarnya.

Dr. Hairida, M.Pd mengatakan tahun ini merupakan tahun kedua program PDS dilaksanakan dimana tahun 2018, beberapa dosen dari 12 program studi di FKIP Untan dikirim untuk bertugas di sekolah.

“Sedangkan tahun 2019 ini, dosen yang sudah mengikuti program tersebut tahun lalu itu mulai menerapkannya di kampus. Tapi tahun ini juga ada dosen yang mengajar di sekolah meski hanya empat dosen saja yang ditugaskan ke tiga sekolah,” lanjutnya.

Diungkapkan oleh Dr. Hairida, M.Pd, ada tiga luaran dari PDS yaitu Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sudah direvisi dan disesuaikan dengan revolusi industri 4.0 dimana RPS tahun ini ada pembelajaran berbasis E-Learning. Luaran yang kedua yaitu video pembelajaran dan suplemen bahan ajar. Kalau yg disekolah menghasilkan bahan ajar.

“Luaran yang ketiga yaitu artikel atau publikasi. Seperti beberapa waktu lalu dosen PDS bersama para guru sudah ada yang melaksanakan seminar nasional. Bahkan ada juga yang sudah memasukkannya ke jurnal nasional atau internasional,” ungkapnya.

Dr. Hairida, M.Pd menyatakan, kegiatan PDS merupakan kegiatan yang memberikan dampak positif baik bagi LPTK maupun bagi sekolah.

“Kita bisa lihat cara mengajar dosen yang mungkin dulu terlalu teacher-centered, sekarang sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran student-centered. Dan itu yang memang sesuai dengan pembelajaran yang disarankan oleh kemenristekdikti bahwa pembelajaran itu harus menyenangkan. Ini juga sangat baik bagi LPTK maupun sekolah, karena sekaligus kita menyiapkan mahasiswa kita untuk PPL dan PPG nantinya,” ucapnya.

Meski demikian, ia berharap PDS kedepannya dapat melakukan pembinaan yang lebih kontinu di MGMP atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran sehingga sekolah atau guru yang terlibat dalam PDS dapat lebih banyak lagi dan pembinaannya terus berkelanjutan.

“Karena saya juga melihat Kalimantan Barat ini MGMP nya cukup aktif. Setiap pertemuan mereka bisa membahas RPP atau Bahan Ajar. Barangkali kita mohon kedepannya itu pembinaannya berbasis MGMP, sehingga bisa lebih banyak ruang lingkupnya,” pungkasnya.

sumber: http://www.untan.ac.id/

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SMP Al-Falah